Website Ini Diproteksi
Jum. Mei 24th, 2019

Pemilu di Bangkep Berjalan Lancar, Hanya Pemilih eKTP diluar Domisili Tidak Bisa Mencoblos

Seorang warga dari Luwuk memprotes panitia KPPS yang tidak memperbolehkannya mencoblos presiden di TPS Baka, pada hari pencoblosan 17 April 2019. Saat sekda Rusli moidady dan Jaksa Penghubung Kejaksaan Negeri Balut Waskito mendengar kekesalan warga tersebut.


Portalbangkep.com – Pemilihan umum serentak tahun ini di kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) berjalan lancar. Kesiapan pelaksanaan pemilu terlihat jauh hari sebelum hari H. KPU Bangkep dibantu Forkompimda kabupaten Bangkep menyelesaiakan pekerjaan tahapan pemilu sampai hari pencoblosan.

Plt Bupati Bangkep Rais Adam beserta Sekda Rusli Moidady dan unsur Forkompimda melakukan pemantauan saat hari pencoblosan di beberapa TPS sekitaran ibu kota. Rais Adam mengatakan pemilu kali ini berjalan lancar dan aman.

Bahkan Rais Adam bangga karena partisipasi masyarakat yang luar biasa besar mendatangi TPS pagi sekali.

Pilpres yang dirangkaiakan dengan pemilu legislative dan pemilihan anggota DPD di Bangkep berjalan lancar. Umumnya TPS di Bangkep menggunakan gedung pemerintah, seperti gedung sekolah, balai desa dan balai pertemuan.Sejak pagi pukul 07.00 masyarakat sudah berada di TPS meski ada TPS yang belum siap.

Masyarakat yang terdaftar di DPT sesuai dengan TPSnya dan memiliki surat panggilan (c6) bisa langsung mencoblos. Sementara masyarakat yang memiliki eKTP saja bisa mencoblos setelah pukul 12.00.

Namun bagi pemilih Ektp yang sudah termasuk dalam DPT namun beda domisili baik dalam kabupaten maupun luar kabupaten dan luar provinsi, tidak diberikan hak memilih karena terbentur aturan. Beberapa warga dari Luwuk, Palu  dan kabupaten lainnya di wilayah provinsi Sulteng yang mobile di Bangkep akhirnya kehilangan hak suara meskipun hanya meminta mencoblos presiden pilihannya.

Bahkan di TPS Baka, warga dari Bulagi kehilangan hak suara karena tidak bisa memilih di TPS di Baka. Karena menurut aturan harus memilih di TPSnya di Bulagi dan ia pun kehilangan waktu ke Bulagi. (bas)